EVERLASTING FRIENDS (Drama)
Cast :
1. Wahyu Diana Putri as Yera
2.
Dyah Anggraeni Hz as Arra
3. Iriyanti as Hana
4. Roliza Nanda Pangestika as Rachel
5. Muflikhatun Irnani as Vega
6. Khikmah Khusnul Khotimah as Yomi
7. Apriliani Galih Saputri as Luna
8. Hijriyatun Musholifah as Kia
9. Purnomo Setio Riyadi as Raka
Setting
Tempat : 1. Sekolah
2. Rumah
Properti : Kursi, meja, buku,handphone, komik, seragam.
Sinopsis :
Disebuah sekolah ternama diJakarta “Arts Of High School” terdapat sebuah grup
vokal bernama ELF. Grup vokal ini terdiri dari 4 siswa, yakni Arra, Rachel,
Yomi, dan Vega. Pada suatu hari mereka mendapat arahan dari sekolah mereka
untuk mengikuti lomba Vokal. Didalam lomba vokal itu dibutuhkan 6 orang
peserta. Sedangkan mereka hanya terdiri dari 4 anak. Kemudian ELF memutuskan
untuk mengadakan audisi. Setelah menemukan 2 anak yang cocok untuk mengikuti
lomba bersama mereka, kemudian mereka berlatih dengan keras. Didalam kisah ini
terdapat cinta segitiga antara 2 anak dari grup ELF, dan seorang anak laki-laki
bernama Rakka. Cinta segitiga ini membuahkan konflik di ELF. Akibatnya, hampir
saja berpengaruh pada lomba yang akan mereka ikuti. Akan tetapi, semua bisa
terselesaikan tanpa menimbulkan suatu akibat yang fatal. Sampai tiba saatnya
perlombaan, mereka akhirnya memenangkan lomba tersebut.
Adegan I
(Di
Kelas)
Arra : ”Oh..! Bagaimana ini ?”
V,Y&R:
(Menoleh kearah Arra bersamaan). “Apa maksudmu?” (tanya mereka secara bersamaan).
Arra : (Melirik
kearah Vega, Yomi
& Rachel).”Bagaimana dengan lomba kali ini?”
Vega :
”Memang kenapa dengan lomba kali ini? Tenang saja
lah!” (masih sambil membaca buku).
Rachel: ”Yupp! benar kata Vega. Sudah tidak usah takut dengan lomba kali ini”. (dengan nada datar).
Arra :
(menggeleng-gelengkan kepala). “Bukan, bukan karena aku takut, tetapi lomba
kali ini harus diikuti 6 anak tiap kelompoknya? Sedangkan kita baru 4 anak.Berarti masih kurang 2 anak lagi
untuk mengikuti lomba itu”.
Yomi :
”What??! Is it true?! oh my god!”.(Dengan gaya genitnya).
Rachel :
(melirik judes kearah Yomi).
Yomi :
(menundukan kepala).
Vega :
“Huh.. kalau gitu kita adakan audisi saja!” (sambil menutup buku yang di
bacanya).
Arra, Yomi, Rachel : ”Hah??!! AUDISI??? “.(berteriak
serempak & saling pandang satu sama lain, lalu mangguk).
Adegan II
(AUDISI RUANG
LATIHAN)
ELF
mengadakan suatu audisi,mencari 2
siswa yang pantas bergabung dengan mereka untuk mengikuti lomba. Pada saat
audisi berlangsung ELF merasa tidak ada satupun siswa yang cocok untuk
bergabung kedalam grup mereka.
Arra :
(meggebrak meja). “Arrrrgh sialan ! kenapa tidak ada satupun dari mereka yang bagus !?
Yomi : (melirik kearah Arra) ”Please deh, calm down
girl”.
Rachel : ”Hhhhhhh…..”. (menarik nafas panjang).
Vega :
”Ya sudah.Lebih baik sekarang kita tutup dulu audisinya, kita lanjutkan lagi besok”.
Arra : (duduk termenung). “ Tidak bisa,
kita hanya memiliki waktu 1 minggu dari sekarang”.
Rachel :
”Tapi mau bagaimana lagi?! semua peserta audisi tidak ada yang bagus”. (menatap
Arra).
Yomi :
”Iya. Benar kata Rachel”.
Vega :
(menghela nafas). “Hufttt….”.
Disaat perdebatan para anggota ELF berlangsung
tiba-tiba datang 2 orang gadis berpenampilan biasa memasuki ruang audisi dan membuat ELF
heran. Mereka adalah Yera &
Hana.
Yera & Hana : ”Permisi….”. (masuk kedalam
ruang audisi sambil tersenyum). (ELF menoleh tergejut kearah Yera & Hana).
Yomi :
”Who are you??? (menatap sinis Yera &
Hana).
Yera :
”Aku Yera dan ini temanku Hana”. (memegang
Hana).
Arra :
”Untuk apa kalian
datang kemari?”.
Hana :
“ Bukankah kalian sedang
mengadakan audisi?”.
Rachel :
”Iya, terus? (menarik satu alis keatas).
Vega : ”Kalian mau ikut audisi ini???”.
(kaget).
Yera & Hana : (Mengangguk malu).
Yomi :
(Tertawa). “Hahahaha, oh my! Really??
hahaha”.
Hana :
”Kenapa? Apa
audisi ini sudah ditutup?”.
Arra :
(tertawa). “Kalian itu harusnya nyadar diri dong ?! lihat penampilan
kalian! Mana mungkin kalian bisa masuk kedalam grup
ELF?!”.
Hana :
”Beri kami kesempatan. Biarlah kami bernyanyi. (menatap kearah ELF).
Vega :
”Baiklah silahkan”. (tersenyum).
Yomi :
”Vega! Kenapa kamu mengizinkan mereka??”.
Rachel :
”Diam kau Yomi”. (dengan nada sedikit membentak). “Sudah kalian
bernyanyilah”. (menatap yera & Hana).
Yana & Hana : (Mulai bernyanyi).
Saat mendengar suara Yera & Hana bernyanyi ELF
tertegun. Suara Yera & Hana ternyata sangat merdu. Setelah bernyanyi ELF
terdiam mereka malu untuk mengakui kemampuan bernyanyi Yera & Hana setelah
mencaci maki sebelumnya.
Vega : (Tepuk tangan). “Well, great!”
(tersenyum).
Rachel : (Tepuk tangan mengikuti Vega).
Yomi & Arra : (Masih memandang Yera & Hana
dengan tatapan sinis).
Hana : ”Bagaimana? Apa kalian mau
menerima kami?”.
Arra :”Hmmm…
Baiklah. Mulai sekarang kalian resmi menjadi anggota kami.. ELF?!”
Yera &
Hana : (kaget) “Benarkah?”
Yomi :
“Ya! Terpaksa tahu!” (sinis)
Year
& Hana : (menunduk)
Setelah ELF mendapatkan anggota baru
mereka. Merekapun berlatih keras untuk mengikuti lomba.
Adegan III
(Di Rumah
Yera)
Pulang
sekolah Yera menceritakan tentang kejadian yang dia alami disekolah pada
Kakaknya Kia.
Yera
:
“Kak, kau tahu tidak? (duduk menjejeri Kia)
Kia : “Apa? Bagaimana aku bisa tahu, kau saja belum memberi
tahuku”. (masih
sibuk dengan buku-bukunya)
Yera:
(tersenyum) “Hehe,
jadi begini Kak.. aku terpilih untuk mengikuti lomba
vokal dan masuk
menjadi anggota grup vokal ELF!” (senang).
Kia: “Benarkah? Selamat kalau begitu” (tersenyum
kearah Yera)
Yera : “Yah.. kenapa hanya begitu responnya? berikan
sesuatu dong Kak untuk
merayakan ini semua”.
Kia : “Ini Kakak berikan komik terbaru. Spesial buat adikku yang pintar ini”.
Yera : “Wah, serius Kak? Terima kasih..” (memeluk Kia
dan Kia membalasnya)
Sementara itu
di rumah Arra terjadi perang mulut antara Arra dengan
Kakaknya Luna. Luna menentang Yera menjadi anggota baru ELF karena Luna tidak menyukainya.
Luna
: “Kenapa kau memasukkan Yera ke
grup ELF?” (bicara sinis)
Arra : “Memangnya kenapa? Yera itu mempunyai kualitas suara
yang bagus. Ya
meski
sebenarnya aku juga terpaksa menerimanya kalau bukan
karna lomba ini”.
Luna : “Pokoknya aku
tetap tidak setuju! Keluarkan saja dia!”.
Arra : “Sudahlah Kak. Kak Luna diam saja. Apa karna
Kakak Yera itu musuh
Kakak saat di SMA dulu?”.
Luna : “Iya. Itu kamu tahu?” (sinis)
Arra : “Lupakan saja dulu masalah itu. Toh itu kan
juga sudah lama Kak, kenapa
harus diungkit lagi?”
Luna : “Arra!” (memandang
Arra geram)
Arra : “Sudahlah Kak, aku mau istirahat dulu. Capek”.
(berjalan memasuki
kamar).
Adegan IV
(Di
Sekolah)
Keesokan harinya saat ELF melakukan
latihan pertama untuk persiapan lomba, datang seorang anak lelaki bernama Raka.
Raka merupakan seorang murid teladan dan juga popular karena menjadi Ketua OSIS
di Art Of High School. Raka datang ke ruang
latihan ELF untuk memberikan dukungan pada mereka.
Raka :
“Berjuanglah, kalian pasti bisa”. (tersenyum).
Vega :
“Pasti! Terima kasih atas dukungannya”.
Raka : “Iya sama-sama. Arra jadilah leader yang baik
bagi timmu dan jangan lupa tanggung jawabmu”. (menatap Arra lekat).
Arra :
“Iya pasti Raka”. (tersenyum renyah).
Diam-diam Yera yang sedang berlatih
curi-curi pandang pada Raka. Begitupun dengan Arra. Mereka berdua diam-diam
memperhatikan Raka yang sedang duduk di kursi melihat ELF berlatih.
Arra & Yera: (melirik Raka diam-diam).
Raka :
“Sepertinya aku harus pergi, ada rapat rutin OSIS”. (bangkit berdiri)
Arra :
“Kenapa buru-buru begitu? Bukankah kau baru sebentar disini?
Raka :
“Iya aku tahu, tapi aku ada rapat. Tidak enak sama teman-teman yang sudah
menunggu”.
Arra :
“Semoga rapatnya sukses ya”. (tersenyum riang
pada Raka)
Raka : “Ya,terimakasih..” (berjalan menuju
keluar ruangan)
Arra : (melambaikan tangan). “Hemm… eh kalian
latihannya yang benar. Yomi jangan makan terus!” (pasang muka sadis)
ELFpun kembali berlatih. Mereka
berlatih sungguh-sungguh hari ini.
Keesokan harinya saat jam
istirahat berlangsung Raka mengampiri
Yera yang sedang duduk sendiri di bangku taman sekolah sambil membaca buku.
Raka :
“Bolehkah aku duduk disini?” (sambil menunjuk bangku)
Yera : (kaget) “Oh.Tentu saja boleh”.
Raka :
“Terima kasih”. (tersenyum). “Kau sendirian? Dimana Hana?”
Yera :
(mengangguk). “Sepertinya Hana sedang ke perpus. Kenapa?”
Raka :
“Oh begitu.. Tidak apa-apa”.
Saat Yera dan Raka berbincang-bincang
bersama, tidak sengaja Arra lewat didepan mereka dan melihat mereka sedang
bercanda hangat.
Arra : “Sialan! mengapa Raka dengan anak culun ini?”
(melilrik kearah Raka dan Yera). “Apa mungkin Raka sedang PDKTan sama Yera ?
Tidak mungkin. Ini nggak boleh terjadi”. (memandangi Yera dan Raka lalu pergi
meninggalkan mereka).
Adegan V
(Di Sekolah)
Pagi hari di dalam kelas, Yera dan Hana tengah bercanda dengan
asyiknya. Tiba-tiba Raka datang dan kemudian mendekat kearah mereka.
Raka : “Pagi
guys?”.
Yera &
Hana : (berhenti tertawa dan menoleh kearah Raka) “Pagi..?”.
Arra yang melihat kejadian ini
langsung terbakar cemburu karena dia tidak disapa oleh Raka. Padahal,
sebelumnya Raka selalu menyapanya.
Arra :
(berjalan menghampiri Yera dan langsung menyeret Yera dari kursinya).
Yera : “Arra?!”.
(kaget). “Kenapa?”.
Arra : (tersenyum
sinis). “Heh...kau tidak tau atau pura-pura tidak tau?!”
Yera : “Apa
maksudmu?”
Arra : “Bukankah
kau tahu kalau aku menyukai Raka?”
Yera:
(menggeleng) “apa? Kau...menyukai Raka?”
Arra :
“Iya?! Jadi mulai sekarang tak usah lagi kau mendekatinya”
Raka:
(menarik tangan Arra) “Apa yang kau bicarakan?!”.
Arra :
“Lepaskan tanganku Raka! Aku ingin memberinya pelajaran karena telah berani
mendekatimu?!”
Raka “Kau salah..bukan dia yang mendekatiku tapi
aku yang mendekatinya”.
Arra : “Apa
??!”
Vega
dan Hana datang untuk menghentikan kekacauan itu. Lalu menjauhkan Raka dari
Arra dan Yera.
Vega : (menarik Arra menjauhi Raka).“Sudahlah Ra. Tidak
usah bertengkar seperti ini”.
Arra : “Dia
yang memulainya “. (menunjuk Yera)
Rachel : “Sudahlah diam semuanya! Tidak usah
bertengkar, sekarang begini saja, kalian berdua suka Raka?” (menunjuk Raka)
Arra &
Yera : (mengangguk) “iya!”
Rachel : “Kalau
begitu Raka kau pilih siapa? katakan!”
Raka : “Tidak, aku tidak akan memilih salah satu
dari mereka karena aku tidak mempunyai perasaan pada kalian. Jadi sudah cukup
jangan bertengkar lagi.”
Rachel :
“Pilihan yang tepat Raka.” (manggut-manggut)
Hana : “Raka, lebih baik sekarang kau menyingkir
biarkan semuanya normal kembali.”
Raka : “
Baiklah” (berjalan keluar kelas)
Yomi : “Untung saja bisa dilerai, bagaimana kalau
tidak. It will be a big matter!” (memperlihatkan gaya genitnya)
Vega : “Arra, Yera bagaimana kita bisa menang
lomba, sedangkan kalian saja tidak kompak seperti ini ?”
Hana :
“Sudahlah sekarang kalian saling meminta maaf”
Arra :
“Ogah! Yera dulu yang harusnya minta maaf.”
Yera :
“Baiklah. Aku minta maaf Arra..”
Hana : “ Tapi
Ra yang sa_”
Yera : (memotong omongan Hana lalu mengulurkan
tangan pada Arra) “Aku minta maaf. Aku telah bersalah padamu”
Arra :
(Menerima uluran tangan Yera) “Sama-sama”
Rachel : “Ok semuanya beres, sekarang kita
latihan.. lomba masih 2 hari lagi.” (bicara sambil berjalan menuju bangkunya)
Vega :
“Benar!! Sekarang kita latihan. Ayo semangat!”
Hana :
“Machi! Fighting!” (tersenyum)
ELFpun kembali damai, meraka
melanjutkan latihan mereka, mengingat waktu semakin menyempit. Mereka berlatih
dengan keras. Bernyanyi, menari dan bercanda, melupakan semua masalah yang
pernah meraka alami. Hingga perlombaan itu datang, mereka memantapkan langkah
menaiki panggung, lalu bersiap menampilkan yang terbaik.
MC : “Para
hadirin terhormat kita sambut peserta terkhir kita dari Arts Of High School. Tepuk tangan yang meriah!”
(ELFpun
bernyanyi)
MC : “Nah,
itu dia penampilan dari sekolah Arts Of High School Jakarta, berikan tepuk
tangan yang meriah, untuk mereka.”
(Semua
penonton bertepuk tangan)
Beberapa saat kemudian juri mengumumkan pemenang dari
lomba tersebut. Dan pemenangnya yaitu Arts Of High School. ELF akhirnya membawa
piala kemenangan mereka. Mereka merasa sangat senang dengan semuanya. Kerja
keras mereka selama ini ternyata tidak sia-sia.
(Di Sekolah)
Arra : “Akhirnya....
tahun ini ELF bisa menang lagi”. (Tertawa gembira)
Vega :
“Kerja keras kita ternyata tidak sisa-sia”.
Yera : “Iya
benar. Kalian hebat!!”
Rachel : “kita
hebat, bukan kalian hebat!”
Yera :
(Heheheh).
Yomi : “Sudah sudah... lebih baik sekarang kita
merayakan kemenangan kita ini!?”.
ELF :
(menoleh kearah Yomi bersamaan dan tersenyum lebar) “SETUJU!!!”.
Mereka kemudian berpelukan. Sejak saat
itu mereka menjadi sahabat dekat. Mereka sadar bahwa sebuah persahabatan
sangatlah indah dan berharga. Sahabat tidak memandang perbedaan yang ada pada
tiap-tiap diri sahabat mereka sendiri. Carilah sahabat yang kita tak bisa hidup
tanpanya, bukan sahabat yang kita bisa hidup dengannya. (nyanyi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar